Posted by tanahblawong under
Blawong | Tag:
Blawong,
Desa,
gempa,
Sumur,
Tanah |
[2] Comments
Ya.. tanah blawong, dimana aku lahir dan dibesarkan, sungguh unik dan aroma pedesaaan begitu kental. Sejarah blawong dengan orang orangnya yang konon sangat perkasa hehehhe.. Jangan salah dulu, nama Blawong sangat terkenal di seantero Jokjakarta, disudut sudut jalan kota ini banyak tertulis AHLI SUMUR DARI BLAWONG.
Oh ya ternyata memang sejak dulu kala masyarakat desa ini terkenal kecanggihannya dalam menembus bumi untuk mengeluarkan airnya, alias bikin sumur, maka terkenallah daerahku sebagai Blawong tempat para penggali sumur.
Btw aku sendiri saat ini sebagai generasi keekian kalinya dari embah embah dulu, kurang paham mengapa dulunya kok bisa masyarakatnya jadi kebanyakan ahli sumur. Setahuku dari cerita simbok dan bapakku, emang simbah dulunya juga seorang penggali sumur yang handal, dan membuka usaha pembuatan cengkurah ( batu yang dibentuk kotak kotak sebagai dinding pembuatan sumur). Namun saat ini hampir sebagian generasi seangkatan aku, tidak ada yang terjun melanjutkan keperkasaannya sebagai penggali sumur, sesuai perkembangan jamannya, kebanyakan lebih memilih pekerjaan lain, ada yang di hotel, computer, pedagang, pekerja dibalik layar seni, tapi ada juga beberapa yang mewarisi usaha bapaknya sebagai usaha bikin sumur. Yang dulunya menggunakan cengkurah sekarang tidak lagi, sekarang digantikan dengan Buis Beton dari semen untuk dinding sumurnya.
Blawong banyak sekali berubah, banyak pemuda dan pemudinya yang telah melancong keluar daerah dalam perantauannya maupun karena menikah dengan lain daerahnya. Maka masyarakat Blawong saat ini berubah menjadi masyarakat yang heterogen, dengan berbagai karakter dan profesi pada masyarakatnya.
Dimanakah Blawong ? Oh ya , Blawong terletak sekitar 8 km kearah selatan dari pusat kota jokja, dari terminal bus Giwangan kearah selatan melalui Jalan Imogiri Timur ke arah Imogiri ( Makam Raja raja Mataram Jokja ) tinggal lurus saja. Blawong kini sedang mengalami perubahan pada bentuk fisik bangunan bangunannya, setelah kejadian Gempa Bumi 7.5 skala richter di tahun 2006 kemaren.