Mari berandai andai sahabatku, mari melepaskan segala kesibukan sejenak, mari berandai anadai,
” Apa yang terbersit dalam hati kita jika kita diperkenankan sama Rajanya Manusia ( Allah swt ) untuk bisa memandang makahluk cantik rupawan perbendaharaan surga yang bernama Bidadari ?”
Kemarin saya libur kerja, otomatis bisa rehat sejenak, kuluangkan waktuku untuk jalan jalan ke sebuah Mall, kebetulan mau mencari batterai buat camera serta mencari barang titipan dari kakak.
Sepanjang jalan jalan itu aku amati hampir semua yang ada disana tidak ada yang tua atau katakanlah orang yang termakan usia dan kulitnya udah kriputan, hampir tak kujumpai . Dan anehnya hampir 80% semua kebanyakan wanita dengan segala atribut corak pakaian serta perhiasan yang menempel untuk mendongkrak kecantikan. Hatiku hanya berdecak sungguh tak kujumpai kebanyakan wanita berjilbab yang berkliaran di mall.
Manusia yang lengkap dalam penciptaannya terdiri Jiwa Kebaikan serta JIwa keburukan senantiasa berjalan pada garis hidup yang dipengaruhi dua faktor tersebut. Hatiku tiba tiba berdegup kencang tiba tiba tak sengaja kulihat wanita cantik dengan pakaian maaf sangat mengundang syahwati melintas didepanku, waow luarbisa begitu kata hatiku , dan anehnya beberapa kali berputar putar aku ketemu dia mulu, hingga hatiku tak karuan. Akhirnya kuputuskan ku diam saja di dekat eskalator , diam bener bener diam hanya melempar pandangan kosong serta melihat orang berlalu lalang lewat eskalator itu. Tiba tiba,….. sejurus kemudian aku lihat dengan jarak sekitar sepuluh meter aku lihat wanita cuantik banget tinggi semampai lengkap dengan gamis serta jilbab pink , sangat rapat hanya terlihat wajah serta tapak tangan saja, namun aku bisa melihat bahwa ini benar benar cantik, masya Allah , dari raut wajahnya terlihat bukan wanita indonesia seperti bangsa arab, yah … aku yakin wanita itu keturunan wanita arab , putih bersih air mukanya teduh alis matanya kuat hitam pekat melindungi bola matanya yang bening putih. Blesss…. dia lewat begitu saja, dan aku terpaku merenungi dua peristiwa tersebut.
Mengapa aku bisa kagum pada dua hal itu? dan hatiku mengatakan semuanya cantik? namun hatiku memutuskan ternyata wanita yang berjilbab itu lebih cantik, lebih sopan, lebih terlindungi dari godaan, maka pandangan wanita sebelumnya dengan pakaian syahwati itu seketika gugur dalam benak berganti pandangannya.
Lantas yang timbul selanjutnya, bagaimana andaikata disodorkan padaku tiba tiba aku bisa melihat kecantikan bidadari rupawan wanita suci wanita surga ……. maka semuanya gugur dan beralih hanya menatap sang bidadari ….
( Astaghfirullah wa as aluhuttaubah )
